Tampilkan postingan dengan label lcct. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lcct. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 07, 2013

Lanka..... Lanka..... Lanka..... (first chapter....)

2 hari sebelum keberangkatan, aku pamitan seperti biasanya. "Senin cuti ma, jadi Sabtu ini mau ke KL dulu....". Trus mama nyahut "mau kemana lagi?". "Sri Lanka" mama shock sambil bilang "Haah,,, Jangan lagi kesana... Kan disana sedang perang". Papa yang lagi asik2 makan ngebela "ndak... Udah lama damainya..... Berapa hari di Sri Lanka tu?". "4 hari, Minggu berangkat". Papa curiga " trus kemana lagi (sisa harinya)?" Aku bilang "Kamis transit di KL langsung ke Vietnam" dan reaksi papa adalah.... "Kok ke Vietnam..... Jangan... jangan.....Vietnam kan masih perang......" *akulangsungpingsan

Ayubowan means Selamat Datang.....

Setiap Traveling... aku selalu minta ijin dadakan... ini karena, tak lain dan tak bukan supaya bapak dan emak ku gak perlu mikir panjang buat ngasih ijin. Sebenarnya sih 99% bakal dikasih ijin. Tapi, kategori ngasih ijinnya itu bisa dibagi2 lagi, menjadi ijin doank dan ijin dengan embel2. Embel2 disini bisa titipan oleh2 atau titipan duit Milyaran yang musti aku habiskan pas traveling. Nah... berhubung aku bukan pemboros harta kekayaan keluarga sendiri, jadilah aku mengambil option untuk bilang dan minta ijin dekat2 hari kalau mau pelesir.

Sejujurnya sih, gak gitu2 amat ya.... minta ijin mendadak itu sebenarnya karena rentang waktu beli tiket dan waktu keberangkatannya bisa sampe satu tahun. Soalnya, aku selama ini selalu bergantung sama tiket promo AirAsia yang murahnya selangit dan seangkasa. Kan, gak lucu kalo aku minta ijin berangkat jalan2 nya setelah booking tiket alias 1 tahun sebelum keberangkatan. Jadilah makanya 2 atau 3 hari sebelum flight, aku baru bilang. Awal2 keluarga kaget dengan jalan2 mendadak ala ricodecoro ini. Tapi, berikutnya cuma direspon dengan kalimat: "Jalan2 lagi???". Atauuuu,, "Jalan2 teruuuuussss!!!!!" 

Ini adalah pelesir backpacking terlama ke dua setelah Manila (baca: Manila.. Oh.. Manila the Series) karena bakal menghabiskan cuti 5 hari dari jatah cuti yang cuma 7 akibat hak cuti yang 12 hari udah dipotong 5 hari cuti bersama (nasib company slave...). Dan sudah jauh2 hari pula tanggal keberangkatan ini aku dambakan, ditambah dengan perasaan nervous gila2an mulai dari H-10 sebelum keberangkatan. Nervous lebih karena persiapan yang minim karena info backpackingan ke Sri Lanka yang juga minim serta dalam trip ini bakal ada trip tambahan ke Vietnam yang tadinya gak masuk list. Jadi, aku musti punya dobel ittenerary yang berarti dobel gugling dan dobel hunting2. Itu sama seperti punya pe-er Matematika dan Fisika yang musti dikerjain sekaligus dalam semalam. Atau mirip seperti menghapal rantai Kimia sekaligus menghapal nama2 hewan dalam bahasa latin buat ulangan besok pagi. Menurut pengalaman jaman SMA, menghapal 2 ulangan mata pelajaran berat dalam satu malam itu sama artinya dengan makan nasi kucing trus minumnya baygon pake es. Mateeeek.... Maka dari itu, aku pun fokus lebih ke Sri Lanka ketimbang trip ke Ho Chi Minh City.
Inside Bandaranaike

Journey has starting.......
Seperti biasa, trip selalu bermuara di Pekanbaru.... aku berangkat hari Sabtu sore menuju LCCT Kuala Lumpur... Bandara yang tahun ini saja hampir 10 kali aku datangi... Saking seringnya, ketika nyampe di LCCT, seperti belum berasa diluar negeri.. (Cuih... sombongnyaaaaa........). Penerbangan menuju Colombo Sri Lanka kebetulan besoknya, yaitu hari Minggu jam 11 Siang. Itu artinya aku punya waktu sekitar 12 jam buat melipir pelesir ke tengah kota KL. Tadinya, Bukit Bintang adalah tujuan menginap sebelum kembali ke Bandara. Berhubung pengen suasana agak beda, jadilah aku dan seorang teman menginap di tunehotel di sekitar bandara. Hotel berkonsep murah meriah dan berapa pakai berapa bayar ini lumayan nyaman, apalagi dari jendela kamar kita bisa menyaksikan pesawat naik turun secara live 24 jam... tapi sayangnya, hari itu aku gak cukup beruntung. Soalnya, kamar yang aku pesan, jendelanya berhadapan persis dengan......... KEBUN SAWIT......

Lepas dari check in di tune, aku buru2 kembali lagi ke terminal LCCT. Bukan karena ada yang ketinggalan disana, tapi karena mau mengejar bus yang berangkat menuju tengah kota Kuala Lumpur. Tujuan utama sebenarnya Bukit Bintang. Kenapa Bukit Bintang, karena ada beberapa agenda yang musti aku lakukan di Bukit Bintang selagi transit ini. Agenda pertama adalah makan malam di Chee Meng, berikutnya adalah SHOPPING!!! (kenapa?? iri ya liat aku shopping di KL? haaa?? iriiii????)

Sejak pertama kali gak sengaja makan di Chee Meng maret 2012 lalu, aku jadi selalu pengen makan disana terus setiap kali ke KL. Menu andalan yang aku pesan setiap kesana adalah Nasi Ayam dan Limau Ais.... Simple!!!!

Seperti biasa, Aerobus berhenti di KL Sentral setelah keluar masuk jalan tol hampir 1 jam. Berhubung ke Bukit Bintang kudu pakai monorail, jadilah kita agak jalan keluar memutar dulu menuju stasiun monarail. Mungkin beberapa bulan lagi, jalan terusan dari terminal KL Sentral ke stasiun monorail bakal selesai dan menjadi lebih nyaman bagi pelancong yang dari KL perlu naik monorail ke beberapa tempat.

KL Sentral to Bukit Bintang ongkos nya RM 2.10 atau sekitar Rp. 6000an. 10 menit kemudiaaaan.... taraaaaaa..... sampailah kita di Bukit Bintang... yang dikenal sebagai tourist spot di Kuala Lumpur. Selain rame turis lalu lalang, Bukit Bintang juga dijejali banyak Mall dan Shopping Centre semisal Fahrenheitt, Pavilion, Sungei Wang, BB Plaza, Lot 10 atau Berjaya Times Square  yang berisi toko2 ternama luar negeri. Mulai dari Zara, Luis Vuitton, Uniqlo (brand populer asal jepang), Top Shop, Top Man, Dolce Gabbana, Gucci, H&M, Charles and Keith, Starbucks, Hush Puppies, Nixon and many more... (dibayar berapaaa guwe nyebutin merek2 ini coba.... hufft....)

Dan sayangnya, jalan di Bukit Bintang sedang ada konstruksi. Kabarnya bakal dibuat kereta api bawah tanah nanti disana. Let see beberapa tahun lagi...

Lepas turun dari monorail, kelihatan lah wajah Bukit Bintang yang elegan. Mall bertebaran disana sini. Mobil mewah lalu lalang. Orang sedunia lalu lalang. Jalur monorail membentang di awang2. Wajah kota yang modern dan penarik jutaan turis. I always love this city....

Dari sana... untuk ke Chee Meng, kita harus belok kiri sebelah sisi McD. Lalu terus jalan disisi jalan, sampai ketemu tempat makan sebelah kanan yang selalu ramai. Itulah Chee Meng.

Kenyang dan puas makan, aku langsung nerusin jalan ke Pavilion Mall buat belanja beberapa outfit. Setelah keliling beberapa tempat dan dapat satu Jacket dan sun glasses dari Uniqlo, celana panjang Chinos di Top Man, Celana pendek pantai dari Gap aku pun kembali ke tunehotel di LCCT Area buat istirahat karena pagi2 betul journey ke Sri Lanka bakal dimulai. (pamer belanjaan... *noraaaak....)

Sri Lanka.....
Malam di Malaysia itu selalu singkat, belum puas tidur tapi udah pagi aja. Untungnya pesawat ke Colombo di Reschedule Air Asia dari jam 8 pagi ke jam 12 siang. Jam 10 Pagi kita buru2 check out. dan siap2 melenggang ke terminal keberangkatan. LCCT pagi itu ramai. Lepas sarapan merangkap makan siang di McD, kami pun langsung ke ruang tunggu bandara. Menanti keberangkatan ke negeri yang entah bagaimana bentuknya disana....

3.50'' terbang melintas Sumatera dan Samudera Hindia. Akhirnya kami mendarat di Bandaranaike. Airport kebanggan warga Sri Lanka. Airport yang juga jadi tempat transit beberapa pesawat yang memberangkatkan jemaah haji. Keluar dari pesawat, langsunglah terlihat banyak hal yang biasanya cuma bisa dilihat di film2 india. Ada bule lalu lalang, orang keling yang mukanya ke India-indiaan, kakak2 pramugari yang pake sari dan perutnya keliatan.... ada yang langsing, tapi ada juga yang cuek dengan bodinya yang montok... hahaha... trus juga ada biksu berpakaian kuning kunyit berkepala botak jalan berkelompok. Juga ada rombongan turis yang sibuk berfoto2 sambil ngomong pake bahasa yang familiar tapi dengan kata2 yang aku gak ngerti. Salah satu dari mereka menyela aku dijalan minta fotoin dengan bahasa Inggris yang medok jawa. " Exkyus mi seer... wud yu tek awer pikcer??" katanya sambil nodongin kamera nya ke aku... "sure". jawabku mantap merasa gak dikenali sebagai orang Indonesia. Tapi tiba2 teman ku langsung nyalip omongan dan nanya ke mbak2 'inggris medok' itu "Orang Indonesia juga ya mbak" katanya... si mbak medok langsung kaget dan teriak ke rombongan "Oalaaaaah.... sa iki orang Indonesia juga reeek...." sambil cekikikan yang diikuti cekikikan yang lainnya secara berjamaah.
Cerita punya cerita, ternyata mereka adalah rombongan dosen dan mahasiswa dari Surabaya yang bakal ikut seminar di Colombo, tapi mau ke Negombo dulu jalan2, secara Negombo lebih dekat dari bandara dari pada Negombo. Singkat cerita, kami kenalan..... tau kami mau ke Colombo,  2 orang dari mereka ada yang nawarin tumpangan ke Colombo karena mereka gak jadi ikutan ke Negombo karena udah terlanjur minta jemput sama staff dari kedutaan besar Indonesia di Sri Lanka. Tanpa basa-basi dan gak menyia-nyiakan kesempatan tumpangan yang gak disangka2 itu. Tadinya sih sempat mikir, jauh2 ke Sri Lanka kok ya ketemu orang Indonesia juga.... taunya malah balik bersyukur banget ketemu mereka dan di tumpangi ke Colombo.... Itung2 hemat budget dan jaminan gak nyasar sampe di hostel dah pokoknya... So Lucky!!!

Akhirnya, mobil kedutaan besar Indonesia membawa kami dari Bandaranaike ke Colombo (gaya donk yaaaa.... di jemput secara kenegaraan sama kedutan besar Indonesia......... berasa pentiiiing gituuuu...) yang ternyata cukup jauh, hampir 1 jam 30 menit kami melintasi jalanan Sri Lanka yang berasa gak beda jauh kondisinya dengan jalan2 di kota Kabupaten di Indonesia. Jalanannya 2 lajur persis Indonesia dengan stir di kanan. Colombo sebagai Ibukota Negara Sri Lanka gak terlalu kelihatan metropolitan. Gak sesibuk Jakarta atau sesemrawut Manila, bahkan gak semegah Kuala Lumpur. Lebih kayak kota kabupaten yang baru berkembang. Gedung2 yang keliahatan nampak tua, ada beberapa yang baru, tapi dengan design yang sederhana. Ada ruko dimana2 yang jualannya persis dengan di negara kita. Toserba, toko bangunan, toko kain, bengkel mobil, toko spare part kendaraan berjubel bersisian sepanjang jalan. Bedanya, plang nama toko di tulis dengan tulisan keriting Sinhala ශ්‍රී ලංකාව dan Tamil இலங்கை.
Sampai ditengah kota Colombo, kami diajak sama supir kedubes buat singgah dulu ke kantor Kedutaan Indonesia yang juga merupakan kantor Kedutaan paling besar se Sri Lanka. Bahkan mengalahkan besarnya kedutaan Amerika Serikat. Konon, katanya Sri Lanka punya hubungan yang baik dengan Indonesia dari zaman dahulu kala.
Kami melewati jalan tepi pantai dengan pemandangan spektakuler. Dari jalanan, kita langsung bisa lihat pantai yang landai dan bersih yang di debur oleh ombak lautan India. Pemandangan spektakuler. Dari jalanan, kita bisa lihat bule2 sedang sunbathing cuma pake kolor dan kutang doank... persis kayak ikan asin lagi dijemur. Bergelimpangan. Pemandangan tepi pantai yang landai dari jalanan kayak gitu sebenarnya pernah aku lihat di Turki waktu ke Istanbul. Pemandangannya lebih spektakuler lagi karena pantainya di Turki putih bersih. Beda dengan pantai Sri Lanka yang tanahnya rata2 kecoklatan. Sayangnya di Turki waktu itu gak ada bule panggang bergelimpangan diatas pantai, soalnya cuaca di Istanbul waktu itu hampir 5 derajat. Beku ajaaaa tuh susu.... hahahahahahahahaha...

Menjelang sore, setelah tukar USD ke LKR yang dapatnya jadi banyak banget dan berasa kaya mendadak, kami pun dengan sopan minta diturunin di jalan aja dan berencana naik bajaj (atau tuk tuk sebutan sananya, persis sebutan di Bangkok). Beruntungnya, pak supir yang ngerti dan bisa sedikit bahasa Indonesia ini maksa buat nganterin kami ke hostel di daerah Mt. Lavinia. Kawasan tepi pantai yang bakal jadi tempat nginap kami semalam sembari merencanakan besok mau kemana. Gak pake lama dan nyasar, kami pun sampai didepan hostel yang ternyata adalah rumah bulatan mirip Villa tepi pantai dengan pagar Label kayu tinggi nan megah. Dengan harga nginap 70ribu Rupiah semalam, aku ngerasa beruntung banget bisa dapat tempat nginap tepi pantai dengan view spektakuler. Bahkan dari kamar kami di lantai 2, suara ombak dan aroma pantai kentara terasa. Seketika, aku langsung ngerasa, it's a reaaaallll realllllll reaaaalllll holidaaay........

Setelah menaruh backpack dikamar, kami pun segera meluncur sore itu ke must visit place di Colombo. Di list.... ada Pettah Market, kawasan yang disana ada Gangaramaya Budhist Temple. Sebelum ke Pettah, kita jalan dulu disekitar pantai di Mount Livina. Pantainya gak terlalu bagus, karena di Indonesia kita punya banyak pantai yang lebih bagus dari itu. Lucunya, dipantai banyak orang lokal yang celingak celinguk dan seperti tertarik dengan kehadiran kami. Ada yang senyum dari jauh, ada yang dadah2 gak jelas ke kami, ada yang nyapa2 sok kenal sambil bilang... Ni hao... Ni hao.... (Chinanya gw dimaaaneeeee cobeeeeee.... ) bahkan ada yang minta2 sedekah. Itulah anak2 kurang ajar dan kurang kerjaan di Sri Lanka. Mereka bergantian mengemis2 bilang 'im poor.... im hungry.... no mama.. no papa, give me some money' yang sama sekali gak aku gubris. Sepanjang jalan dia ngekor narik2 tas yang kemudian lama2 bikin aku emosi trus bilang 'im poor too... you know.... i dont have money (for you... my money for my holidaaaay!!!!) am a studeeeent.....' (ngomong gitu, tapi sambil terus jalan dan poto2 kayak turis kaya raya) si anak gembel (yang pura2 gembel) itu pun menyerah dan berhenti ngikutin..... eh, bukannya menghilang, malah dia bawa temen2nya segambreng dan sok sok-an manis minta foto bareng (padahal ujung2nya minta duitnya lebih sadis lagi pasti....). Keinget trik bodoh ini di serial Scam City di National Geographic Channel, aku langsung ngacir dari pantai dan pura2 sok kenal dengan orang lokal yang lagi bawa anaknya jalan. Dia keliatan bukan seperti orang miskin yang jelas. Dia juga keliatan terpelajar. Jadilah aku ngekor dia sampai gak diikutin anak2 gembel yang kalo kena sekali jepret bikin kantong jebol itu, belum lagi ancaman dari preman2 sana yang sok kenal sok dekat... beuuh... Si'terpelajar' itu ngenalin namanya, nama yang bagi orang Indonesia kayak aku ini susah buat mengingatnnya. Setelah gak diikutin lagi, barulah aku nanya ke si'terpelajar' bagaimana buat ke Pettah Market dan melihat Gangaramaya Temple. Dia pun dengan senang hati nganterin aku sampai di Bus yang menuju Gangaramaya Temple.


Dibus,,,,, aku sebangku dengan cewek Tamil yang lumayan cantik. Beruntungnya, cewek itu bisa dan mau ditanya2in macam2 (untungnya bukan mau diapa2in), tentunya dengan bahasa Inggris yang ke India2an. Fyi: Bahasa resmi orang2 Sri Lanka adalah Tamil dan Sinhala, tapi hampir semua orang Sri lanka bisa bahasa Inggris. Jadilah aku nanyain apa yang musti dikunjungi di Colombo, makanan apa yang enak dan khas, berapa lama ke Pettah Market. Hampir setengah jam kami menyusuri jalan kota Colombo yang padat, di bus yang full orang berwajah Tamil dan full musik bernuansa Hindi bangeeett....

Sampai di Pettah Market, si cewek nyuruh aku turun buru2 tepat disebuah danau yang sore itu tenang banget. Sore itu Colombo cerah berawan, aku malah sempat nemuin pelangi separuh lingkaran yang terbingkai di langit Colombo. Keren banget.... 

Taunya, lamat2 pelangi itu membawa hujan... pantesan kok cerah2 gini ada pelangi... taunya ada hujan dibalik pelanginya... kita pun ngacir ke Temple terbesar di kota Colombo itu yang kebetulan sore itu lagi ada upacara sembahyang.... Candinya sederhana dari luar... tapi didalamnya.... berjibunlah harta karun.... beribu-ribu patung Budha terpajang dari segala ukuran, dari bermacam2 material dan tentunya dengan beragam pose.... dan aku pun cuma terngangaaaa..... terngangaaa........ dan disana ternyata juga ada Stupa yang persis Borobudur punya....... Awesome.....


Pulang dari Gangaramaya, kita sewa tuk2 yang akhirnya bisa ditawar2... akhirnya sebelum ke hostel kita minta anterin dulu buat Sholat Isya dan Jamak Maghrib di Mesjid mirip kue lapis karena desainnya unik selang seling merah bata dan putih. Sayang, masjid Jami' Ul Alfar ini lagi dalam perbaikan dan tampak sedikit kotor... 

Pulang dari Pettah yang jaraknya berasa jauuuuuuhhhh banget dari Hostel, kita naik tuk2 dengan penawaran sengit..... setelah tawar menawar, akhirnya kami naik dengan ongkos LKR 150 atau sekitar Rp.12000-an (cukup murah untuk jarak yang jauh... ini didapat karena kebetulan supirnya muslim... jadilah kami bawa2 agama demi naik bajaj murah.... ampuuuunnn ya Allaaaaaaah...... tapi yang jelas abang2 bajajnya ikhlas koook...)

Sampai di Hostel, dikamar sudah ada Craig bule Inggris, 1 bule tua entah dari mana... terusss... ada Derek backpacker asal Filipina yang udah 2 Bulan keliling Sri Lanka dan besoknya mau ke India dan ada bule dari South Africa yang besok pagi mau ke Hongkong dan setelahnya berencana ke Indonesia. Mereka semua ramah dan semangat diajak cerita tentang pengalaman backpacking masing2. Derek yang paling enak diajak ngobrol, mungkin karena sama2 dari Asia, dia jadi yang lebih banyak ngasi masukan buat kita-kemana-besok dari pada yang lain. Derek bilang, mending besok pagi2 kami ke Kandy, keliling seharian dan besoknya bisa lanjut ke Dambulla-Sigiriya, terus balik pulang via Kurunegala menuju Negombo. Finally.... Ittenerary Derek buat kami yang cuma punya waktu singkat di Sri Lanka adalah pilihan terbaik yang bakal di uji coba besok hari...... dan tentunya tanpa mereka tahu,,, Besok pagi adalah my Birthday... la la la............ (Norak....)


second chapter....

Minggu, Februari 26, 2012

Manila.... Oh.... Manila..... (part 3)

Mabuhay......... Welcome to the Philippines....
Melayang selama 3 jam 20 menit-an... dan akhirnya mendarat sehat di tanah pinoy...
 

Sejujurnya.... Aku bukan orang Indonesia satu2nya dipesawat menuju Clark - Pampanga pagi itu.... masih ada seseorang yang aku panggil 'Kak Eka', dokter gigi asal Kolaka Sulawesi yang aku kenal lewat Couchsurfing.org.
Nah... kenapa kita bisa satu pesawat??? Yang jelas... bukan karena kita janjian, tapi... karena kita kebetulan sama2 terbujuk dengan promo Airasia yang gila2an....

Secara aku getol banget buat nyari informasi dan buat nyari tumpangan selama di Manila... jadilah seminggu sebelum berangkat, aku gak sengaja baca postingan Kak Eka di grup dengan judul mencolok: "Will be in KL from Sept 24th- 26th, is there any CS gathering around that time? batu cave on sunday, anyone?" Sebenarnya... yang dia cari adalah temen ke Batu Caves.... tapi berhubung judulnya di KL tanggal 24 sampe 26... (artinya... kita berada di KL di hari yang sama...) jadilah akhirnya aku klik itu judul... dan muncul lah isi postingan Kak Eka yang bikin aku jadi makin excited... isinya: "hi everyone! I will be in KL on Saturday, don't have any specific thing to do on Sunday, and will leave to Clark on Monday. Is there any CS gathering around that time? or is there anybody want to meet up for coffee? or going to Batu caves together?"
Yeah... she will leave KL to Clark on Monday.......!!!!! Mengingat cuma ada satu penerbangan Airasia ke Clark via KL pada hari senin..... pastinya kita berada di pesawat yang sama.... 

Setelah cipika cipiki sama Ncim (baca: Manila.... Oh.... Manila..... part 2 ) didepan bandara LCCT.... aku pun melesat ke dalam bandara buat check in dan stay di boarding room... setelah duduk bego sambil sesekali message Kak Eka ke emailnya... Finally... we met!!!! Dan ternyata... Kak Eka adalah cewek yang menyenangkan... ramah... dan berjiwa petualang... kebukti dengan ranselnya yang keliatan lebih gede dari pada bodynya... seolah2... ranselnya yang ngebawa dia... bukan sebaliknya... (ampuuuun... kakkk)... Sampe2... petugas check-in bandara maksa kak eka buat daftarin tas-nya di bagasi.... (berhubung daftar bagasi itu bayar perkilonya... Kak Eka bilang bahkan dia sempet nyuruh petugas bandara nimbang itu tas buat mastiing kalo tasnya gak lebih berat dari badannya Kak eka.. hehehhe..... gak dink... gak lebih berat dari batas yang boleg dibawa ke kabin... kikikikikk,...) 

Cerita punya cerita, ternyata ini juga flight pertama dia ke Filipina... tapi karena darah petualangnya yang kental.... Kak Eka justru lebih tertarik menjelajah ke Baguio.... Sebuah daerah di Utara Filipina yang dingin dengan banyak pegunungan disana... jadilah kita bakal misah sesampainya di Clark nanti... secara bus kita beda jurusan....
***

Turun dari pesawat... Kak Eka udah keliatan akrab sama Agnes... Cewek Pampanga yang kerja di USA dan lagi pengen pulang kampung... belakangan, Agnes nawarin Kak Eka buat dianterin ke Terminal Bus.... Tadinya aku bakalan langsung naik bus Philtranco yang diwanti2 Benny (Calon Host di Manila.... baca: Manila.... Oh.... Manila.....) parkir di depan Bandara... tapi, Agnes yang orangnya entah sok tau.... entah sok peduli bilang, bus yang parkir didepan Bandara itu penipu semua... karena naikin harga yang tinggi serta suka nurunin penumpang di tempat gak jelas... dan lebih nyaranin aku buat naik bus dari terminal aja... (yang mungkin lebih resmi)  Aku pun manut... secara dia yang punya negara... dan mustinya lebih tau....

Di depan bandara... udah nunggu kakaknya Agnes... yang berikutnya aku panggil dengan sebutan Ate Maggie... Ate artinya Mbak atau Kakak dalam bahasa Tagalog. Dan juga ada suaminya Ate Maggie yang ntah siapa namanya... tapi musti dipanggil Kuya... yang artinya Abang...  (Mobilnya sih persis mobil Taft.... tapi setirnya di kiri,,,, jadi lumayan berasa lagi luar negerinya nih... hehehe...)
Mereka ramah banget... (saking sopannya... mereka berusaha gak ngomong Tagalog biar kami gak ngerasa diomongin,,, walaupun sesekali Kuya belibet banget ngomong Inggrisnya... ) wajah dan attitude-nya persis orang Indonesia... suka menolong.... dan rame.... yup... mereka rame dan suka becanda... awalnya mereka pikir kita berdua (baca: Kak Eka) sejoli.... tapi berikutnya.... kita malah dijodoh2in... selain itu, gak jarang mereka heran kenapa (aku dan Kak Eka) bela2in liburan backpacking ke negara mereka... padahal mereka bilang negara mereka biasa2 aja... tapi,,, mereka keliatannya bangga dengan kunjungan kami kesana.... 

Sebelum nyampe di Terminal bus... Agnes nawarin kita buat beli makanan, secara di bus nanti bakal lama (aku sekitar 2-3 jam dan Kak Eka sekitar 4-6 jam) dan gak dikasi meal... jadilah kita di anterin ke Jolibee... semacam KFC lokal nya Filipina yang paling sukses disana... dan berbekal ketidakpahaman kami... kami pun pasrah di pesankan apa aja... jadilah satu paha ayam... Spaghetti... dan jus Nanas andalan Jolibee... (Kalo di restoran cepat saji Indonesia kita paling gampang nemuin jus jeruk/ orange jus... kalo di Filipina, jus Nanas justru yang paling ngetop....) Berhubung waktu keberangkatan bus gak lama lagi... kita pun terpaksa bungkus buat makan di bus.


Belakangan,,,, setelah di bus...aku baru tau, ternyata Spaghetti-nya dilengkapi dengan irisan daging babi....... hm.... nyummi.... (*hoek) dan untungnya,,, dengan insting seorang muslim sejati,,,, aku sempet curiga... dan menunda makan itu spaghetti..... (walau sejujurnya udah nelan segarpu...) setelah Benny sms bilang kalo Spaghetti-nya gak usah dimakan.... karena ada daging babinya,,,,  (sebelumnya aku udah bilang sama Benny... kalo aku muslim dan gak makan baboy....) Tapi sayang seribu sayang.... walau aku cuma makan sesendok.... tapi ada yang lebih menggenaskan lagi nasibnya,,,, pastinya Kak Eka.... karena... setelah dia baca sms aku tentang Spaghetti berbabi itu..... Kak Eka baru aja selesai makan dan lagi asik2nya minum jus Nanasnya... alhasil.... Kak Eka mual selama perjalanan.... bukan karena mabuk darat....... tapi mabuk babi...... selamat ya Kak Eka......!!!!!! *kecupbasah hahahahahahaaaa......


Kota Clark gak terlalu rame... malah keliatan lebih kampung dan sepi... mungkin persis Pekanbaru 15 tahun lalu.... ada becak... angkot... bahkan delman.... dan semuanya keliatan seperti di Indonesia... ruko2.... orang2 yang berwajah asia... dan bau2an yang gak terlalu asing...
Sampai di Terminal... Ate Maggie sibuk bantuin aku dan Kak Eka beli Kartu Prepaid buat dipake selama di Filipina... dan nawarin air mineral buat dijalan... persis kayak ibu2 yang anaknya lagi berangkat study tour...+ bilang khawatir dengan keadaan kami nanti.... dan juga minta dikabari kalo udah nyampe.... *terharu.....
berhubung tujuan Kak Eka lebih jauh.... maka dia lah yang pertama kali dicariin bus dan pas banget bus tujuan Baguio berangkat sebentar lagi... jadilah kami berpisah dengan Kak Eka yang entah kapan lagi ketemu.....

Setelah Kak Eka berangkat, aku masih mikir.... ternyata di bumi belahan lain, masih ada orang yang berbaik hati... mau nganterin orang asing.... bahkan yang baru mereka kenal beberapa jam lalu.... serasa di negeri sendiri... padahal berada ribuan Mil dari tanah air.... hiks... (mungkin artinya... kita musti lebih sayang dengan orang yang justru kita udah kenal dari lahir... semisal orang tua....)

Nah,,, sekarang giliran aku.... Ate Maggie sibuk nyariin bus ke Manila... tapi sayang... sekali lagi sayang.... ternyata bus tujuan Manila emang pada ngetem di Bandara... jadilah Agnes ngerasa bersalah banget dan minta maap berkali2 sama aku... Kuya suaminya Ate Maggie pun ngebut kasar buat balik ke Bandara biar aku gak ketinggalan bus,,,, sialnya.... bus justru berangkat jam 1 tadi... sementara sekarang udah jam 1.30... karena penyesalannya yang dalam... Agnes pun bela2in ngasih kontak nomor sepupunya yang tinggal di Manila buat ngejemput aku di terminal atau nemenin aku selama di Manila.... Ate Maggie pun berulang kali meyakinkan aku buat hati2 selama di Manila karena tingkat kriminalitas yang tinggi... dan banyaknya pecandu narkoba yang suka ngerampok orang... demi bisa beli drugs....(isu yang lagi hangat disana waktu itu....)  apalagi aku ini orang asing......... pas mo pisahan (dan entah kapan ketemu lagi) jadilah kita cipika cipiki persis keluarga sakinah.... (loh??) yang udah lama terpisah dan mau berpisah lagi....... dan selama di Bus... Agnes terus minta maaf via sms..... tentunya itu semata  bukan kesalahan dia... aku justru mikir... tuhan ngasih bonus lebih dalam trip aku ini... yaitu jalan2 gratis keliling kota Clark... dan kenal dengan keluarga mereka yang baik dan hangat.... (Oh.... co cwiiiiiit.....)

to be continued......

Kamis, November 24, 2011

Manila.... Oh.... Manila..... (part 2)

Setelah browsing beberapa waktu dan bikin itenerary yang lumayan 'gak jelas'.... akhirnya aku pun mantap buat memberangkatkan diri ke tanah pinoy...



Dengan jadwal berangkat hari Minggu sore ke KL dan nerusin perjalanan ke Clark pagi-pagi jam 8an.... tentunya ngebuat aku punya beberapa option buat ngabisin waktu.... secara jeda waktu transit yang panjang banget dari jam 6 sore ke jam 8 pagi berikutnya.... mau kemana kira-kira.... rencana awal sih, aku bakal ngabisin waktu 14 jam di Malaysia dengan hanya stay di Bandara.... apalagi Trinity dibukunya bilang LCCT KLIA biasa dijadiin bandara transit buat para backpacker,,,, dan artinya.... kalo mo tidur2an atau nidur2in adalah hal yang biasa disana... apalagi jarak KLIA ke KL itu jauh.... hampir 1 jaman.... (sejam maksudnya)

Tapi.... kemudiaaaan..... ide pun muncul..... setelah muter2 otak.. akhirnya ide briliant pun muncul..... mengingat ada temen SMP yang masih kuliah disana.... (sampe kuliah Master pula...) jadilah niat menghiba buat diajak jalan dan nebeng sementara transit muncul.... dan alhamdulillah disambut dengan baik sama dia-yang-tidak-mau-disebutkan-namanya-itu...

Itenerary beres..... tiket ready... duit siap... packingan lengkap.... tekad bulat... akhirnya hari minggu itupun aku berangkat......

Penerbangannya tepat waktu... singkat.... dan padat.... secara pesawatnya full.....

Sejujurnya, ini penerbangan pertama abroad sendiri.... tapi kedatangan ke 3 di Malaysia... secara dulu kalo ke Malaysia itu musti pake fery dari Pekanbaru ke Malaka... dan menyusuri sungai Siak... terus ke selat Malaka... dan nyampe di Malaka beneran.... trus naik taxi ke Bus Station biar nyampe di Seremban... dan akhirnya naik Komuter/ MRT ke KL...... panjaaaaaaang banget perjalannnya... bisa2 nyampe tengah malam di KL... secara Airasia dulu belum ada flight PKU-KL, cuman ada Riau Airlines, itupun cuma nyampe Malaka... dan tiketnya juga selangit.... beuh.....

Rasanya excited banget.... liburan... sendiri.... keluar negeri.... cihuyyy.....

Jam 4 berangkat.... jam 6 nyampe.... padahal penerbangannya cuma 35 menitan... berhubung PKU-KL beda waktu sejam, jadilah jam 6 sore disana masih terang benderang.... dan berhubung bandara ke kotanya jauh.... dan berniat gak mau terlalu memparasit, aku pun naik bus dari bandara ke KL sentral... cuma kena RM.8 sekali jalan..... satu yang aku ingat selama perjalanan.... jalan rayanya persis banget dengan jalan raya yang ada di serial Ipin & Upin... apalagi pake ada kebun kelapa sawit sepanjang mata memandang....

Di KL sentral... agak lumayan kagok, secara udah lama banget gak ke Malaysia... hampir 5 tahun kayaknya..... dan setelah nyasar dan hilang arah.... (cieeeee...) akhirnya yang di cari pun keliatan.... akupun di boyong temenku dan adiknya jalan-jalan.... berhubung udah pernah ke KLCC aka Twin Tower aka Menara Petronas aka Menara kembar.... aku pun minta diajakin ke tempat yang belum ada pas terakhir disana, plus sekalian mo cari kaos kaki.... secara lupa bawa kaos kasi dari Indonesia... jadilah belinya di KL saja.... (sombooong... kaos kaki doaaank...) kita pun nemplok di Pavilion Mall.... abis nyampe... kita makan besar.... makan gak pake otak dan gak pake mikir mo diet apa kagak.... abis makan kita jajan..... abis jajan.... kitapun berencana buat nonton midnite.... niatnya buat bunuh waktu... secara cuman transit dan besoknya bisa 'bobo' dipesawat.... puas keliling2 mall dan jalan sampe ke Sungei wang.... kitapun akhirnya nonton.... filmnya kalo gak salah... Abduction... filmnya si Jacob Twilight.... tentunya tanpa teks Bahasa Indonesia.... ataupun bahasa Malingsia...Upss...


Film selesai.... tapi KL masih tetap happening... padahal itu hari senin dini hari..... masih banyak bule2 mabuk2an dijalan.... sambil ngeremas-remas bokong ceweknya.... (gak segitunya juga sih..... hanya imajinasiii) dan kitapun 'pulang' buat bunuh waktu 2 jam, secara jam 6 aku musti udah harus dibandara dan terbang ke Manila... cih... cih... cihhuuyy.....

2 jam bobo2 bego...... temenku pun akhirnya membuangku di bandara tepat jam 6 pagi..... dan dengan rela mereka balik lagi ke condonya menempuh perjalanan, melewati gerbang2 tol dan highway yang lengang selama sejam-an..... oh.... teman yang baik hati..... makasi nciiim.......

to be continued......