Tampilkan postingan dengan label rizal park. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rizal park. Tampilkan semua postingan

Minggu, Oktober 07, 2012

Manila.... Oh.... Manila..... (part 5 - the end)

Badai...... pasti berlalu....... dan aku setuju.....

Benar kata kak Katty Pery dilagu Firework-nya: 'after a hurricane,,,,, comes a rainbow....'. Manila cemerlang pagi itu. Aku bangun dengan gembira. Para penghuni Hostel lain juga keliatan lebih semangat setelah seharian terkurung. Sarapan (yang harus dibikin dan diambil sendiri) sudah disediakan El di pantry. Ada berbagai roti semisal tawar, gandum, gandum import, gandum lokal disajikan disana, lengkap dengan 5 macam selai yang nyummy. Kalo mau, kita juga bisa toast sebentar rotinya, soalnya.... tiap2 Hostel biasanya udah menyediakan keperluan sarapan ala western di dapurnya. Kita juga bisa buat kopi atau teh celup gratis bahkan mungkin 'teh talua' disana (repot aja ngocok telornya ya....). Persyaratan tidak tertulis yang musti dilakukan setelah sarapan oleh tiap traveler adalah mencuci piring sendiri. Yap, ketika lu traveling sekalipun, lu bakal diajarin bagaimana cara menghargai orang lain semisal mencuci piring (yang abis lu pakai) sendiri sehabis makan. Itulah salah satu bedanya Hostel dengan Hotel. Selain jauh lebih murah, kita juga bisa berbaur dengan backpacker asing yang punya visi yang sama, yaitu.... keliling dunia gak pake mahal. Dan rata2, backpacker bule itu jauh lebih ramah dan menyenangkan diajak ngobrol bahkan suka sok akrab ketika tau kalo kita dari Indonesia. Kenapa??? Persepsi aku adalah karena rata2 bagi backpacker asing yang pernah aku temui, Indonesia adalah negara tujuan backpacker paling populer sekaligus yang lumayan sulit (dan sangat menantang) untuk di jelajah. Indonesia gak semelulu gampang di tempuh semisal ke Bangkok atau Manila. Beberapa bule ngaku pengen banget ke Raja Ampat atau ke Toraja, tapi mereka minim informasi. Beberapa lainnya juga bilang moda transportasi di Indo cukup complicated, ditambah lagi Indonesia adalah negara paling luas di Asia Tenggara. Cobalah ke Singapura.... disana ada MRT. Ke Malaysia.... ada KTM atau LRT, juga ada Monorail. Ke Manila, juga ada LRT dan Jeepney. Indonesia sih punya juta kereta api, tapi untuk orang Indonesia sendiri aja kurang nyaman, apalagi untuk pelancong. Juga, beberapa spot yang harusnya dikembangkan jadi tempat pariwisata belum dikelola secara benar oleh pemerintah dan Pemda. Padahal, Indonesia is a beautiful city loh... (kata Nadine.... *haaaaks..)

Selesai sarapan, Benny udah nongol pake celana pendek santai dan kaos biru + payung yang dia bilang sengaja dibawa karena seharian dijamin Manila bakalan terik (hey Beeen,,,, apa kabar Pekanbaru..........). Dan betul aja....... Manila siang itu terik banget.... sampe kulit berasa Sunburn... kata Benny, itu karena Manila adalah kota yang berada di tepi laut.

Agenda Benny adalah..... dari Hostel ku dikawasan Malate, kita ke Rizal Park yang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Awalnya Benny ngajak naik Jeepney atau taxi, karena mengingat pengiritan, jadilah aku paksa dia jalan kaki aja, sekalian ngeles pengen ngerasain suasana pagi (after thypoon) di sana.

Rizal Park adalah taman di tengah kota Manila yang gedeeeeeee banget. Disana ada Rizal Monumen, semacam tugu yang mengenang perjuangan pahlawan nasional Jose Rizal. Jose Rizal disebut pahlawan karena perjuangannya melawan penjajah sampai akhirnya beliau di hukum mati. Menariknya, semakin dalam kita masuk ke Rizal Park, kita bakal ketemu jejak-jejak kaki rizal (dioarama kematian) yang menggiring kita dari selnya sampai ke tempat dia di eksekusi. Benny bilang, too many drama's in Manila..... (mungkin karena dia orang lokal, dia menganggap penggambaran jejak kaki itu sebagai sesuatu yang berlebihan....)

Makin masuk kedalam, kita bakal ketemu banyak patung pahlawan2 Filipina disana. Salah satunya pahlawan nasional yang namanya Lapu-lapu. Lapu-lapu dijuluki Datu atau Datuk karena perjuangannya melawan bangsa Spanyol waktu jaman penjajahan bergaung sampe luar Filipina, yaitu Indonesia dan Malaysia. Selain sebagai pahlawan nasional pertama, Beliau juga seorang muslim. Dan disini, aku baru ngerasa kalo Indonesia dan Filipina dulunya adalah bangsa yang satu tanpa batas seperti sekarang. Mungkin itu yang dulu disebut Patih Gajah Mada sebagai sesuatu yang disebut Nusantara. We are Family!!!!

Jauh makin kedalam, kita bakal ngelewati semacam taman yang disebut Japanese Garden. Japanese Garden, dibuat sebagai tanda persahabatan Filipina dan Jepang. Disana ada banyak tanaman khas Jepang seperti Sakura, yang kata Benny kalau bunganya mekar suka ada festival yang dibuat disana. Kalau kita ngeliat ke arah depannya, kita bakal ngeliat beberapa gedung yang sekerang difungsikan sebagai museum. Salah satunya Museum Of the Filipino People atau Museum Rakyat. Benny bilang, dia cuma sekali masuk kesana dulu waktu karya wisata jaman sekolah.

Hari yang terik tadi tiba2 gerimis, gerimisnya lama2 bikin basah. Kita pun 'terpaksa' berteduh melipir ke Museum Rakyat Filipina. Benny yang tadinya ogah2an, akhirnya pasrah pas aku ajak buat masuk ke Museum sambil nunggu gerimis reda. Benny bilang, Museum ini gratis untuk pinoy dan harusnya aku yang berwajah pinoy ini juga gratis. Jadilah aku berpura2 jadi pinoy. Tapi, karcisnya ternyata cuma 100 apa 200 Peso-an (gak nyampe 5000-an Rupiah). Jadilah aku menjelma jadi turis yang baik dengan ngebayar karcisnya dengan alasan untuk koleksi,,,,

Didalam Museum sebenarnya gak beda jauh dengan Museum2 sejarah pada umumnya. Disana diceritakan perkembangan peradaban manusia di Filipina dari jaman prasejarah sampe sekarang. Ada juga sedikit ngebawa2 Indonesia disana. Pokoknya, disana digambarkan bahwa orang Filipina punya kekerabatan yang kuat dengan orang2 Indonesia. Bahkan ada beberapa wilayah di Filipina yang kosa katanya mirip dengan Bahasa Indonesia, walau dengan aksen pengucapan yang berbeda semisal, Payung disebut Payong atau Hujan disebut Ulan. Yang jelas,,,,, kalo isi museum aku ceritain semua disini, mungkin aku bakal dapat Nobel dari pemerintah sana. Maka, kita skip bagian Museum.


courtesy of lawstude.net

Lepas dari Museum, Benny masih semangat buat nge-guide aku walau musti jalan lagi demi mencapai Intramuros. Ini adalah tempat yang digadang2 menjadi tempat yang paling Europe di Manila. Hampir semua travel guide bakal nyaranin kita kesana. Intramuros sebenarnya Kota didalam Kota.... nah lo......... Benny bilang, dulunya Intramuros dibuat hanya untuk ditempati orang2 Spanyol. Orang lokal dan keturunan China sama sekali dilarang masuk kesana kecuali pada acara tertentu. Didalam ada banyak bangunan semacam bangunan gereja, gedung pemerintahan, kediaman2 orang penting yang sekarang difungsikan sebagai sekolahan. Maka, kalo kita berkunjung ke Intramuros, datanglah pada jam pulang sekolahan. Dijamin, kita bakal nemuin beribu pinay wokeh dan pinoy2 separoh asia separoh eropa berjejal-jejal dijalanan sambil makan baso stik babi...... yucks!!!!

Benny sempat mengajak buat naik keatas tembok Intramuros yang difungsikan sebagai Benteng mata2. Disana ada meriam yang masih terawat. Dari atas kita juga bisa melihat Bangunan bekas penjajah yang sekarang berfungsi sebagai walikota, persis gedung sate di bandung tapi dengan menara semacam jam berkubah dengan lonceng ditengahnya. Sedangkan kalo kita melihat kebawah, maka yang ada bukanlah taman bunga atau semacamnya, tapi justru lapangan golf modern. Pemandangan yang kalo aku bilang cukup aneh di bangunan se-bersejarah Intramuros. Ada sekitar 1 jam kita putar2 disana, yang kemudian di langsirkan Benny menuju Fort Santiago.









Intramuros ke Fort Santiago bisa sambil guling2 atau sambil koprol trus bilang WOW.... kikikikk....

Fort Santiago sendiri masih berada di lingkungan Intramuros. Dulunya, Fort Santiago adalah bentengnya Rajah Sulaiman. Rajah Sulaiman itu adalah Raja bangsa melayu jaman dulu. Sebelum Portugis datang, nama Fort Santiago adalah Maynilad yang kemudian dipakai sampai sekarang menjadi nama ibukota Filipina. (Teeeet.... lama2 gw jadi guru sejarah juga nih...)

Banyak sebenarnya yang mau diceritakan tentang Intramuros dan Fort Santiago.... tapi... biarlah gambar2 berikut yang bercerita.





Puas keliling tempat bersejarah, Benny ngajak cari oleh2. Awalnya kita ke Chinatown-nya Manila...atau nama kerennya Quiapo (baca: kiapo) sebelum belanja, Benny nantangin aku makan Balut. Balut itu bukan belut, tapi telor ayam rebus yang isinya adalah anak ayam (embrio ayam setengah jadi) yang lagi kinyis2nya. Benny bilang, rasanya enak dan gurih + kreess kress kalo dikunyah... gak semengerikan keliatannya. Tapi, dari pada terjadi pertumpahan muntah dinegeri orang, gara2 makanan khas ala fear factor itu, aku pun milih nyerah dan janji bakal traktir Benny Halo-Halo nanti.....


Halo2... semacam es campur khas Filipina
 Di Quiapo, juga ada gereja terbesar yang pas kita datang lagi misa. Karena penasaran, akupun ngajak Benny masuk. Poto2 didalam sebentar (ditengah2 misa) terus keluar lagi... dan Benny bilang... it is my 5 minute being more religious..... i almost 1 month did not going to church,,,, (beuh,,,, masuk cuma poto2, kok dibilang 5 menit teralim..... )

Abis dari Quiapo, kita langsir lagi ke pasar souvenir yang harganya miring banget. Posisinya dibawah Fly Over. Sialnya, mulai dari sana, banyak barang yang kebawa.....

Menjelang jam 5, aku pun dapat sms dari Ayka, cewek Filipina yang pengen banget ketemu aku gara2 dia pernah ke Batam pas Study Tour di Singapura. Ayka lumayan bisa percakapan dasar Bahasa Indonesia. Karena selain dia tertarik belajar Bahasa, di kantornya juga ada beberapa orang Indonesia. Jadilah akhirnya kita ketemua di Mall yang namanya Greenbelt. Konon katanya.... Greenbelt itu Mall yang sambung menyambung menjadi satu... Mall dengan konsep taman yang jadi tempat kongkow pinoy after hours ini, kabarnya ditandai sampai dengan 5 tempat. Untungnya Ayka ngajak ketemuan di Greenbelt 3. Sekalinya ketemu, ini cewek menyenangkan banget... dan seruuuu,,, parasnya juga lumayan cantik. Ayka bela2in bawa oleh2 spesial khas Filipina kayak Polvoron, kue kacang sama coklat2 yang nyummy tapi halal. Habis sejam buat kongkow sama Ayka dan Benny. Ayka pun pamit karena mau ngejar Train buat pulang...


Dari Greenbelt, kita ngacir pake taksi (yang dibayarin Benny) ke SM Mall... Mall of Asia yang diklaim sebagai Mall paling besar di Asia. Mall ini punya salah satu orang terkaya di Filipina. yang pembangunannya diatas rawa2 tepi pantai. Di lantai atasnya, kita bisa lihat pemandangan ke arah laut yang bagus banget... tapi sayang, kami keburu gelap nyampe di SM Mall. Muterin SM Mall bikin pegel dan pastinya bikin kantong makin jebol.... menjelang malam, kita ngadem di pinggiran Manila Bay gak jauh dari SM Mall. disana lumayan rame. Ada kafe2, ada panggung musik, ada kios2 majalah yang cuek majang majalah nganu, ada orang2 pacaran yang cipokan sampe udah kayak bintang bokep. Aku cuma bisa mengurut dada ngeliat kelakuan anak muda Manila jaman sekarang.... (Nah,,,, emangnya lo siape corrrr...........)

Besok paginya, Aku gak lagi nginap di Where 2 Next Hostel di Malate. Benny bersedia nampung aku di flat nya di hari terakhir di Manila. Secara rumah Benny lumayan dekat dari terminal Pasay. Agak siangan, Benny nongol. Akupun pamit ke El yang kebetulan lagi di meja receptionist Hostel. Vicky lagi keluar katanya. Jadilah aku cuma titip salam aja sekalian pamit dan entah kapan ketemu 2 kakak beradik itu lagi...

Dari Malate, Benny ngajak kerumahnya naruh barang2. Tinggal sehari lagi aku menghirup aroma Manila. Rasanya kayak gak lagi liburan di luar negeri, karena Manila feels like home... atmosfirnya persis...... orang2 nya mirip...... ramah tamahnya juga bagus....



Tiba2 aku nyelutuk nanyain program Master Degree disana. Benny kemudian punya ide buat muter2 ke UP. University of Philippines yang juga tempat kuliah bang Christian Bautista juga KC Conception (Artis Filipina yang ikut nyanyi pembukaan SEA Games bareng Jaclyn dan Agnes Monica). Hampir semua Fakultas di perkenalkan Benny. Suasana UP persis UI di Depok. Puas keliling dan ngantongin beberapa info tentang beberapa fakultas, kami pun kembali kedunia Hura2.



Setengah jam kemudian, kami udah di Ayala Center di Makati. Ayala itu daerah bisnis di Manila. Poto2 sebentar, kita pun langsir cari makan. Lagi asik2 makan, beberapa teman Benny ngajak ketemuan. Jadilah kemudian aku kenal dengan pinoy2 lain yang kemudian aku kenal dengan nama Zandro dan Francis. Pas tau Benny lagi ngehost orang Indonesia, Temen2nya spontan ngajak ke karaoke. Benny bilang, lebih aman ngajak orang Indonesia ke Karaoke dari pada ke Disko. Soalnya, anak Jakarta terakhir yang datang ke Manila dan diajak ke Disko (Bar/Clubbing), pulang2 mabuk berat. Beda sama bule2 yang tahan mabuk karena udah biasa minum.

Jam 8 karoke pun mulai. Tadinya kita cuma booking 2 jam. Saking serunya, kita extend sampe 4 jam.... Kalap... semua lagu dinyanyiin. Kita karoekan pool-poolan... tau dong ya kalo orang Filipina suaranya bagus2. Gak ada istilah baling nada di mereka. Nyanyinya juga full improve dan gaya, bahkan Francis yang rada2 'cheersleader' sempet nyanyi lagu Britney Ooops I did it again plus koreo gila2an yang bikin kami semua ngakak... Sumpah itu malam karaoke terseru seumur2 yang ternyata juga di aminin sama Benny dkk. Mereka bilang mereka gak pernah karaoke seheboh dan sememalukan itu.... LOL

Sebenarnya Benny dan Zandro keliatan sedikit dizzy karena sempat minum 3 botol beer entah apa namanya itu, yang jelas rasanya kecut2 pait. Aku cuma malu2 sambil pesan jus Nanas..... Apa jadinya kalo aku dibawa clubbing ya... masa pesan jus Nanas juga... wakakakakakak.....

Subuh2.... Benny udah kayak Om2 diputusin pacar gelap dan dicampakkan istri tua... tampangnya udah kayak orang bingung karena masih kebawa mabuk tadi malam. Walaupun gitu, dia pun tetap nganterin aku ke terminal Pasay buat ke Clark. Padahal, Bus baru berangkat jam 8 pagi. Kita udah kayak sodara lama yang bakal pisah. Sayang kita sama2 cowok, jadi gak pake acara tangis2an dan peluk2an.... hahahahaha....... Benny bilang kapan2 bakal main ke Pekanbaru. Entah apa yang bakal dia liat di sini nanti... atau cuma basa basi aja....

Jam 8 teng Benny masih nugguin sambil cerita2. Bus pun datang dan penumpang disuruh masuk, aku pun pamitan dan sungguh pengen balik lagi nanti.... setelah drama dadah2an.... bus pun berangkat,,, persis berasa kayak anak kos yang lagi di lepas sama emaknya.. hahahaha.. lebay.....

2 jam, akhirnya nyampe lagi di Clark, Pampanga. Tempat dimana Airport yang bakal membawaku ke Kuala Lumpur buat kembali transit ke Pekanbaru. Bandara kecil ini mengingatkan 6 hari lalu waktu aku baru nyampe di sini dan buta banget soal Manila. Taunya, pulang2 aku udah punya sejuta cerita dan pengalaman yang bisa dikenang. Thats why i told you.... I Missed Manila..... And The People around....

Sampe sekarang Aku masih contact dengan geng Manila. Dan berjanji untuk balik lagi atau traveling bareng.... Betapa 6 hari disana sudah membuat Bahasa Inggris ku lumayan maju pesat.... once again.... Thas why i told you.... how i missed Manila.......

See you again in Manila on 2013....

The End......

Senin, April 23, 2012

Manila.... Oh.... Manila..... (part 4)

Yes!!!! Now... i've reach Philippines.... and i'm on the way to Manila...


Setelah ngasi tau Benny posisi aku dan juga bilang kalo bus yang aku tumpangi udah on the way ke Manila, rasa excited makin menjadi2. Maklum, sedikit pun gak ada bayangan tentang wajah Manila yang sebenarnya... selama di Bus... Benny gak berhenti2 memantau, nanya posisi... karena dia udah janji buat jemput aku di stasiun Bus Pasay, dan berencana bakal drop aku ke hostel yang udah aku booking.

Setelah kejadian makan spaghetti ber-baboy dan jus nenas pake es, andalan Jollibee, ditambah hujan yang mengguyur sepanjang perjalanan, maka.... terbitlah beser... alias rasa sak pipis yang tak tertahankan... awalnya sih gak terlalu khawatir dengan hasrat yang satu ini, tapi..... setelah bus jalan sekitar sejam.... aku baru sadar, tidak ada penampakan toilet mini didalam Bus, dan keringat dingin pun mulai tumbuh sebesar-besar biji jagung.... hikss...!!!

Tahan punya tahan.... akhirnya gak tahan.... dan ternyata hasrat buat pipis lebih besar dari pada rasa malu.... sampe akhirnya aku ngomong ke supir buat berhenti di station gas (baca: pom bensin). Pak supirnya nanya, kenapa musti berhenti disana... (dengan tampang bapak2 curiganya sambil sesekali nyelipin bahasa tagalog yang aku gak ngerti) trus aku bilang, aku sak kencing pak....... trus dia bilang lagi, kalo mau kencing tinggal kebelakang dan jangan lupa tutup pintunya lagi kalo udah selesai....(bahasa inggrisnya makin meracau berubah haluan ke tagalog level 5) trus aku bilang lagi, maksudnya, aku musti kencing di jendela paling belakang?? Secara, dibelakang gak keliatan ada tanda2 toilet... Pak supirnya malah ngakak.... dan malah bilang, what are you talking about... sudah pergi sana... ada mie ayam speciall.... hahaha... dia tetap bilang, sudah.... cari aja dibelakang sana..... walaupun aku masih bingung dengan acara main cari2an toilet, aku pun beringsut kebelakang bus sambil menahan rasa penuh dan hampir melimpah dari dalam kantung kemih.... dan ajaibnya, ternyata toiletnya ada ditengah2 bus dan musti turun sekitar 5 tangga, dan terletak dibawah penumpang yang duduk ditengah... dengan perasaan masih takjub, akhirnya hajat pun aku laksanakan..... emhh......

*****

Jam setengah 6 Sore, bus akhirnya berhenti di Pasay setelah ngelewatin beberapa terminal.... dan dengan wajah bingung tapi tetap tampan dan cool, aku pun kembali meng-sms Benny buat bilang kalo aku udah nyampe di Pasay, dan di balas Benny dan bilang kalo dia udah di Pasay dari jam 5 tadi... berbekal foto Benny dari Couchsurfing.org, aku sibuk keliling2 terminal buat cari penampakan calon local host ku ini selama di Manila... dan nihil......... muncullah rasa khawatir apakah kami berada di Passay yang berbeda??? sampe akhirnya Benny sms bilang.... Aku pake baju hijau celana jeans..... (anjriiit.... janjian begini persis kayak orang lagi kopi darat buat jual diri... hahaha tapi... berhubung aku lagi panic at the disco... aku abaikan perasaan itu...). Cari punya cari...... Voila..... finally i met Benny.... sambil nepuk pundaknya kayak orang udah kenal lama.... dan Benny cuma bisa nyengir sambil bilang.... 'elooooo toooh.... gue kireee elooo pinoyyyyyy...... kok gak ada tampang2 Indonesianya sih loooo'. Dan sekali lagi saudara2... bahkan di Manila sendiriiiii.... aku disangka pinoy..... (tolooong.... sekali lagi baca: Disangka pinoy di Singapore Part 1, 2, dan 3). Benny, pinoy tambun dan gaya slenge'an..... yang ternyata adalah penulis (mungkin kenamaan) dan lulusan dari Unversitas yang sama dengan abang kandungku..... Christian Bautista...... yap... itulah Benny.... pria yang akan mengisi hari2 ku di Manila.... hoeekkk... (kidding Ben...)

Magrib makin mepet ke malam.... dari Pasay kita naik taxi ke Malate, sekitar setengah jam, dan kenanya gak salah murah, cuma 100 peso-an... atau sekitar 20ribuan... belum lagi traffic jam.... but, akhirnya ingsut punya ingsut.... kita pun nyampe di Malate.... kawasan yang kalo kata Benny adalah kawasan PANAS..... tapi ini juga jadi kawasan yang buleeeeee banget, karena kebanyakan turis2 dari luar negara banyak yang stay disini, secara ini tempat dimana2 bar... dan dekat kemana2.... kayak kalo ke Manila Bay.... tinggal ngesot..... mau ke Rizal Park.... tinggal jalan kayang.... atau mau ke Mall Of Asia... tinggal salto..... hahahahaha,,,,,,

dipaksa vicky & el foto bareng...
Nyampe di where2next hostel..... aku check in sesuai print-an booking online dari hostels.com dan segera naroh barang dikamar.... adalah 2 cewek cantik bin kece yang punya..... namanya Vicky Orlando... dan El Orlando... yang ternyata ramah banget dan asyik sekaliiii diajak ngobrol atau pun becanda..... jadi gak ngerasa jauh dari rumah dah,,,,, ditambah lagi, dengan adanya Benny, suasana adaptasi jadi makin gampang...... makin malam, ngobrol makin seru, tapi capek makin menderu.... secara semalam aku belum tidur secara benar di Malaysia... dan Benny pun pamit pulang.... apalagi diluar, hujan yang tadinya mengguyur udah mulai berangin-angin.... dan kabarnya bakal menjelma menjadi badai.... yang kata Vicky semoga cepat berlalu......


Pagi pertama di Manila,,,,
plangnya sampe miring
Hujan tadi malam yang berangin,.... pagi ini betul2 menjelma menjadi badai... atau orang Manila bilang ini Thypoon..... entah apa itu nama Thypoon yang sedang mampir di sana, tapi sukses ngebuat semua penghuni hostel panic dan siap2 dengan reschedule.... Panic karena acara jalan2nya Senin ini bakal berantakan.... bahkan ada bule yang Panicnya udah tingkat dewa karena takut ketinggalan pesawat, ditambah lagi pengumuman dari Vicky bahwa Pesawat dari manapun dan kemanapun di Manila bakal tetap berangkat walau badai menghadang..... ya..... begitulah.... Vicky bilang, badai (yang cuma mampir ini) gak berpengaruh sama dunia penerbangan Philippines.... karena Vicky bilang (dengan bangga) mereka selalu kedatangan hampir 120an topan setahun, yang artinya tiap 1 bulan, mereka bakal menghadapi 10 topan.... dan itu artinya, topan-topan di Filipina sama seperti tukang odong2 di Indonesia.... mereka datang dan pergi.... sesuka hati....

Mobil El ... kasiaan...
Yeap.... The Thypoon ruined my 1st day on Manila.... jadilah jadwal tidur bertambah.... sebagian penghuni hostel yang udah bosan tidur... tidur2an ataupun nidur2in... mulai beranjak ke ruang tengah, walau di ruang tengah, tv satu2nya ternyata gak bisa nyala karena mati lampu berjamaah se Manila... itu artinya juga, gak bisa ngecas hp... gak bisa ngenet.... gak bisa mandi air panas.... dan gak bisa rebus Indomie.... hiks...

Makin menjelang siang, angin topan makin dahsyat, seketika banjirlah itu Malate, mobil Sedan Vicky yang parkir diluarpun tinggal separo.... Plang reklame pada goyang dan ada beberapa yang jatuh atau tumbang... tapi walaupun begitu, abang2 Pinoy dan anak2 muda disana justru cuek aja dan kayak mandi ujan bersama2 aja sambil ngambilin plang nama toko atau restoran yang  berjatuhan... dan ternyata, sang empunya plang nyawerin si abang2 pinoy yang ngebantuin... seperti...... hal ini memang adalah kejadian yang sangat biasa disana,,,, padahal, kayaknya riskan banget ngeliat apa yang mereka lakuin..... belum keseret arus banjir yang lumayan kencang ditambah tiupan topan yang menderu-deru.... belum pula ketimpa plang  yang kapan pun bisa jatuh, bahkan kebolak balik diatas banjir terhempas badai.... semakin siang, semakin kencang, semakin gak ada harapan buat jalan2... semakin perut keroncongan dan gak tau mau makan apa dan cari dimana.... Beruntung,,, Tantenya Vicky (Perempuan separuh baya pemilik resort terkenal di Boracay) yang kebetulan lagi nyungsep di hostelnya Vicky mentraktir semua penghuni makan ayam yang potongannya segede gaban, yang dipanggang dan bisa dimakan pake nasi atau pake roti..... semuanya dipesan di restoran yang kebetulan ada dibawah hostel...


Menjelang sore, kami yang mati bosan persis anak2 Big Brother di episode ke sejuta sekian udah mulai gelisah.... geli-geli dan basah.... ada yang basah karena tempias hujan karena abis keluar hostel ngeliat2 perkembangan badai, ada juga yang basah karena mulai kepanasan didalam hostel yang mati lampu.... 2 cewek dari korea yang aku yakin gak bisa bahasa inggris secara pas diajak ngomong cuma bengong, udah mulai menggila, mulai dari main bola bekel, sampe main lompat kodok yang bikin Lee Min Hoo pasti malu jadi orang Korea kalo ngeliat kelakuan mereka berdua, dan sayangnya kebodohan mereka itu lumayan menghibur kami.... dengan keterbatasan mereka berbahasa, mereka ternyata juga mampu mempermalukan Korea dimata dunia (secara di hostel ada 1 Indonesia, 2 Spanyol 3 Amerika, dan beberapa orang yang aku rasa dari Jerman, Taiwan dan Inggris).

Untungnya, mulai malam.... krisis listrik udah bisa diatasi sama pemerintah Manila, listrik udah nyala, hujan udah reda, banjir udah tiada, dan topan pun sudah sirna,,,, Benny pun tak henti2nya meng-sms buat mastiin aku baik2 aja karena dia juga udah wanti2 suruh aku stay di hostel, dan minta maaf terhadap hari pertama ku yang dilanda badai... dia juga minta maaf karena banjir masih melanda daerahnya dan belum bisa datang buat berjumpa... oohh.... co cwiiit... local host yang bertanggung jawab....

to be continued...