2 hari sebelum keberangkatan, aku pamitan seperti biasanya. "Senin cuti ma, jadi Sabtu ini mau ke
KL dulu....". Trus mama nyahut "mau
kemana lagi?". "
Sri Lanka" mama shock sambil bilang "Haah,,, Jangan lagi kesana... Kan disana sedang perang". Papa yang lagi asik2 makan ngebela
"ndak... Udah lama damainya..... Berapa hari di
Sri Lanka tu?". "4 hari, Minggu berangkat". Papa curiga " trus kemana lagi (sisa harinya)?" Aku
bilang "Kamis transit di
KL langsung ke
Vietnam" dan reaksi papa adalah....
"Kok ke
Vietnam..... Jangan... jangan.....
Vietnam kan masih perang......" *akulangsungpingsan
 |
| Ayubowan means Selamat Datang..... |
Setiap Traveling... aku selalu minta ijin dadakan... ini karena, tak lain dan tak bukan supaya bapak dan emak ku gak perlu mikir panjang buat ngasih ijin. Sebenarnya sih 99% bakal dikasih ijin. Tapi, kategori ngasih ijinnya itu bisa dibagi2 lagi, menjadi ijin doank dan ijin dengan embel2. Embel2 disini bisa titipan oleh2 atau titipan duit Milyaran yang musti aku habiskan pas traveling. Nah... berhubung aku bukan pemboros harta kekayaan keluarga sendiri, jadilah aku mengambil option untuk bilang dan minta ijin dekat2 hari kalau mau pelesir.
Sejujurnya sih, gak gitu2 amat ya.... minta ijin mendadak itu sebenarnya karena rentang waktu beli tiket dan waktu keberangkatannya bisa sampe satu tahun. Soalnya, aku selama ini selalu bergantung sama tiket promo
AirAsia yang murahnya selangit dan seangkasa. Kan, gak lucu kalo aku minta ijin berangkat jalan2 nya setelah booking tiket alias 1 tahun sebelum keberangkatan. Jadilah makanya 2 atau 3 hari sebelum flight, aku baru bilang. Awal2 keluarga kaget dengan jalan2 mendadak ala
ricodecoro ini. Tapi, berikutnya cuma direspon dengan kalimat: "Jalan2 lagi???". Atauuuu,, "Jalan2 teruuuuussss!!!!!"
Ini adalah pelesir backpacking terlama ke dua setelah
Manila (baca:
Manila.. Oh.. Manila the Series) karena bakal menghabiskan cuti 5 hari dari jatah cuti yang cuma 7 akibat hak cuti yang 12 hari udah dipotong 5 hari cuti bersama (nasib company slave...). Dan sudah jauh2 hari pula tanggal keberangkatan ini aku dambakan, ditambah dengan perasaan nervous gila2an mulai dari H-10 sebelum keberangkatan. Nervous lebih karena persiapan yang minim karena info backpackingan ke
Sri Lanka yang juga minim serta dalam trip ini bakal ada trip tambahan ke
Vietnam yang tadinya gak masuk list. Jadi, aku musti punya dobel ittenerary yang berarti dobel gugling dan dobel hunting2. Itu sama seperti punya pe-er Matematika dan Fisika yang musti dikerjain sekaligus dalam semalam. Atau mirip seperti menghapal rantai Kimia sekaligus menghapal nama2 hewan dalam bahasa latin buat ulangan besok pagi. Menurut pengalaman jaman SMA, menghapal 2 ulangan mata pelajaran berat dalam satu malam itu sama artinya dengan makan nasi kucing trus minumnya baygon pake es. Mateeeek.... Maka dari itu, aku pun fokus lebih ke
Sri Lanka ketimbang trip ke
Ho Chi Minh City.
 |
| Inside Bandaranaike |
Journey has starting.......
Seperti biasa, trip selalu bermuara di
Pekanbaru.... aku berangkat hari Sabtu sore menuju
LCCT Kuala Lumpur... Bandara yang tahun ini saja hampir 10 kali aku datangi... Saking seringnya, ketika nyampe di
LCCT, seperti belum berasa diluar negeri.. (Cuih... sombongnyaaaaa........). Penerbangan menuju
Colombo Sri Lanka kebetulan besoknya, yaitu hari Minggu jam 11 Siang. Itu artinya aku punya waktu sekitar 12 jam buat melipir pelesir ke tengah kota
KL. Tadinya,
Bukit Bintang adalah tujuan menginap sebelum kembali ke Bandara. Berhubung pengen suasana agak beda, jadilah aku dan seorang teman menginap di
tunehotel di sekitar bandara. Hotel berkonsep murah meriah dan berapa pakai berapa bayar ini lumayan nyaman, apalagi dari jendela kamar kita bisa menyaksikan pesawat naik turun secara live 24 jam... tapi sayangnya, hari itu aku gak cukup beruntung. Soalnya, kamar yang aku pesan, jendelanya berhadapan persis dengan......... KEBUN SAWIT......
Lepas dari check in di tune, aku buru2 kembali lagi ke terminal
LCCT. Bukan karena ada yang ketinggalan disana, tapi karena mau mengejar bus yang berangkat menuju tengah kota
Kuala Lumpur. Tujuan utama sebenarnya
Bukit Bintang. Kenapa
Bukit Bintang, karena ada beberapa agenda yang musti aku lakukan di
Bukit Bintang selagi transit ini. Agenda pertama adalah makan malam di
Chee Meng, berikutnya adalah SHOPPING!!! (kenapa?? iri ya liat aku shopping di
KL? haaa?? iriiii????)
Sejak pertama kali gak sengaja makan di
Chee Meng maret 2012 lalu, aku jadi selalu pengen makan disana terus setiap kali ke
KL. Menu andalan yang aku pesan setiap kesana adalah Nasi Ayam dan Limau Ais.... Simple!!!!
Seperti biasa, Aerobus berhenti di
KL Sentral setelah keluar masuk jalan tol hampir 1 jam. Berhubung ke
Bukit Bintang kudu pakai monorail, jadilah kita agak jalan keluar memutar dulu menuju stasiun monarail. Mungkin beberapa bulan lagi, jalan terusan dari terminal
KL Sentral ke stasiun monorail bakal selesai dan menjadi lebih nyaman bagi pelancong yang dari
KL perlu naik monorail ke beberapa tempat.
KL Sentral to
Bukit Bintang ongkos nya RM 2.10 atau sekitar Rp. 6000an. 10 menit kemudiaaaan.... taraaaaaa..... sampailah kita di
Bukit Bintang... yang dikenal sebagai tourist spot di
Kuala Lumpur. Selain rame turis lalu lalang,
Bukit Bintang juga dijejali banyak Mall dan Shopping Centre semisal Fahrenheitt,
Pavilion, Sungei Wang, BB Plaza, Lot 10 atau Berjaya Times Square yang berisi toko2 ternama luar negeri. Mulai dari Zara, Luis Vuitton,
Uniqlo (brand populer asal jepang), Top Shop,
Top Man, Dolce Gabbana, Gucci, H&M, Charles and Keith, Starbucks, Hush Puppies, Nixon and many more... (dibayar berapaaa guwe nyebutin merek2 ini coba.... hufft....)
Dan sayangnya, jalan di
Bukit Bintang sedang ada konstruksi. Kabarnya bakal dibuat kereta api bawah tanah nanti disana. Let see beberapa tahun lagi...
Lepas turun dari monorail, kelihatan lah wajah
Bukit Bintang yang elegan. Mall bertebaran disana sini. Mobil mewah lalu lalang. Orang sedunia lalu lalang. Jalur monorail membentang di awang2. Wajah kota yang modern dan penarik jutaan turis. I always love this city....
Dari sana... untuk ke
Chee Meng, kita harus belok kiri sebelah sisi McD. Lalu terus jalan disisi jalan, sampai ketemu tempat makan sebelah kanan yang selalu ramai. Itulah
Chee Meng.
Kenyang dan puas makan, aku langsung nerusin jalan ke
Pavilion Mall buat belanja beberapa outfit. Setelah keliling beberapa tempat dan dapat satu Jacket dan sun glasses dari
Uniqlo, celana panjang Chinos di
Top Man, Celana pendek pantai dari Gap aku pun kembali ke tunehotel di
LCCT Area buat istirahat karena pagi2 betul journey ke
Sri Lanka bakal dimulai. (pamer belanjaan... *noraaaak....)
Sri Lanka.....
Malam di Malaysia itu selalu singkat, belum puas tidur tapi udah pagi aja. Untungnya pesawat ke
Colombo di Reschedule
Air Asia dari jam 8 pagi ke jam 12 siang. Jam 10 Pagi kita buru2 check out. dan siap2 melenggang ke terminal keberangkatan.
LCCT pagi itu ramai. Lepas sarapan merangkap makan siang di McD, kami pun langsung ke ruang tunggu bandara. Menanti keberangkatan ke negeri yang entah bagaimana bentuknya disana....
3.50'' terbang melintas Sumatera dan Samudera Hindia. Akhirnya kami mendarat di
Bandaranaike. Airport kebanggan warga
Sri Lanka. Airport yang juga jadi tempat transit beberapa pesawat yang memberangkatkan jemaah haji. Keluar dari pesawat, langsunglah terlihat banyak hal yang biasanya cuma bisa dilihat di film2 india. Ada bule lalu lalang, orang keling yang mukanya ke India-indiaan, kakak2 pramugari yang pake sari dan perutnya keliatan.... ada yang langsing, tapi ada juga yang cuek dengan bodinya yang montok... hahaha... trus juga ada biksu berpakaian kuning kunyit berkepala botak jalan berkelompok. Juga ada rombongan turis yang sibuk berfoto2 sambil ngomong pake bahasa yang familiar tapi dengan kata2 yang aku gak ngerti. Salah satu dari mereka menyela aku dijalan minta fotoin dengan bahasa Inggris yang medok jawa. " Exkyus mi seer... wud yu tek awer pikcer??" katanya sambil nodongin kamera nya ke aku... "sure". jawabku mantap merasa gak dikenali sebagai orang
Indonesia. Tapi tiba2 teman ku langsung nyalip omongan dan nanya ke mbak2 'inggris medok' itu "Orang
Indonesia juga ya mbak" katanya... si mbak medok langsung kaget dan teriak ke rombongan "Oalaaaaah.... sa iki orang
Indonesia juga reeek...." sambil cekikikan yang diikuti cekikikan yang lainnya secara berjamaah.
Cerita punya cerita, ternyata mereka adalah rombongan dosen dan mahasiswa dari Surabaya yang bakal ikut seminar di
Colombo, tapi mau ke
Negombo dulu jalan2, secara
Negombo lebih dekat dari bandara dari pada
Negombo. Singkat cerita, kami kenalan..... tau kami mau ke
Colombo, 2 orang dari mereka ada yang nawarin tumpangan ke
Colombo karena mereka gak jadi ikutan ke
Negombo karena udah terlanjur minta jemput sama staff dari kedutaan besar
Indonesia di
Sri Lanka. Tanpa basa-basi dan gak menyia-nyiakan kesempatan tumpangan yang gak disangka2 itu. Tadinya sih sempat mikir, jauh2 ke
Sri Lanka kok ya ketemu orang
Indonesia juga.... taunya malah balik bersyukur banget ketemu mereka dan di tumpangi ke
Colombo.... Itung2 hemat budget dan jaminan gak nyasar sampe di hostel dah pokoknya... So Lucky!!!

Akhirnya, mobil kedutaan besar
Indonesia membawa kami dari
Bandaranaike ke
Colombo (gaya donk yaaaa.... di jemput secara kenegaraan sama kedutan besar
Indonesia......... berasa pentiiiing gituuuu...) yang ternyata cukup jauh, hampir 1 jam 30 menit kami melintasi jalanan
Sri Lanka yang berasa gak beda jauh kondisinya dengan jalan2 di kota Kabupaten di
Indonesia. Jalanannya 2 lajur persis
Indonesia dengan stir di kanan.
Colombo sebagai Ibukota Negara
Sri Lanka gak terlalu kelihatan metropolitan. Gak sesibuk Jakarta atau sesemrawut
Manila, bahkan gak semegah
Kuala Lumpur. Lebih kayak kota kabupaten yang baru berkembang. Gedung2 yang keliahatan nampak tua, ada beberapa yang baru, tapi dengan design yang sederhana. Ada ruko dimana2 yang jualannya persis dengan di negara kita. Toserba, toko bangunan, toko kain, bengkel mobil, toko spare part kendaraan berjubel bersisian sepanjang jalan. Bedanya, plang nama toko di tulis dengan tulisan keriting
Sinhala ශ්රී ලංකාව dan
Tamil இலங்கை.
Sampai ditengah kota
Colombo, kami diajak sama supir kedubes buat singgah dulu ke kantor Kedutaan
Indonesia yang juga merupakan kantor Kedutaan paling besar se
Sri Lanka. Bahkan mengalahkan besarnya kedutaan Amerika Serikat. Konon, katanya
Sri Lanka punya hubungan yang baik dengan
Indonesia dari zaman dahulu kala.
Kami melewati jalan tepi pantai dengan pemandangan spektakuler. Dari jalanan, kita langsung bisa lihat pantai yang landai dan bersih yang di debur oleh ombak lautan India. Pemandangan spektakuler. Dari jalanan, kita bisa lihat bule2 sedang sunbathing cuma pake kolor dan kutang doank... persis kayak ikan asin lagi dijemur. Bergelimpangan. Pemandangan tepi pantai yang landai dari jalanan kayak gitu sebenarnya pernah aku lihat di Turki waktu ke Istanbul. Pemandangannya lebih spektakuler lagi karena pantainya di Turki putih bersih. Beda dengan pantai
Sri Lanka yang tanahnya rata2 kecoklatan. Sayangnya di Turki waktu itu gak ada bule panggang bergelimpangan diatas pantai, soalnya cuaca di Istanbul waktu itu hampir 5 derajat. Beku ajaaaa tuh susu.... hahahahahahahahaha...
Menjelang sore, setelah tukar USD ke LKR yang dapatnya jadi banyak banget dan berasa kaya mendadak, kami pun dengan sopan minta diturunin di jalan aja dan berencana naik bajaj (atau tuk tuk sebutan sananya, persis sebutan di Bangkok). Beruntungnya, pak supir yang ngerti dan bisa sedikit bahasa
Indonesia ini maksa buat nganterin kami ke hostel di daerah Mt. Lavinia. Kawasan tepi pantai yang bakal jadi tempat nginap kami semalam sembari merencanakan besok mau kemana. Gak pake lama dan nyasar, kami pun sampai didepan hostel yang ternyata adalah rumah bulatan mirip Villa tepi pantai dengan pagar
Label kayu tinggi nan megah. Dengan harga nginap 70ribu Rupiah semalam, aku ngerasa beruntung banget bisa dapat tempat nginap tepi pantai dengan view spektakuler. Bahkan dari kamar kami di lantai 2, suara ombak dan aroma pantai kentara terasa. Seketika, aku langsung ngerasa, it's a reaaaallll realllllll reaaaalllll holidaaay........
Setelah menaruh backpack dikamar, kami pun segera meluncur sore itu ke must visit place di
Colombo. Di list.... ada
Pettah Market, kawasan yang disana ada
Gangaramaya Budhist Temple. Sebelum ke Pettah, kita jalan dulu disekitar pantai di Mount Livina. Pantainya gak terlalu bagus, karena di
Indonesia kita punya banyak pantai yang lebih bagus dari itu. Lucunya, dipantai banyak orang lokal yang celingak celinguk dan seperti tertarik dengan kehadiran kami. Ada yang senyum dari jauh, ada yang dadah2 gak jelas ke kami, ada yang nyapa2 sok kenal sambil bilang... Ni hao... Ni hao.... (Chinanya gw dimaaaneeeee cobeeeeee.... ) bahkan ada yang minta2 sedekah. Itulah anak2 kurang ajar dan kurang kerjaan di
Sri Lanka. Mereka bergantian mengemis2 bilang 'im poor.... im hungry.... no mama.. no papa, give me some money' yang sama sekali gak aku gubris. Sepanjang jalan dia ngekor narik2 tas yang kemudian lama2 bikin aku emosi trus bilang 'im poor too... you know.... i dont have money (for you... my money for my holidaaaay!!!!) am a studeeeent.....' (ngomong gitu, tapi sambil terus jalan dan poto2 kayak turis kaya raya) si anak gembel (yang pura2 gembel) itu pun menyerah dan berhenti ngikutin..... eh, bukannya menghilang, malah dia bawa temen2nya segambreng dan sok sok-an manis minta foto bareng (padahal ujung2nya minta duitnya lebih sadis lagi pasti....). Keinget trik bodoh ini di serial Scam City di National Geographic Channel, aku langsung ngacir dari pantai dan pura2 sok kenal dengan orang lokal yang lagi bawa anaknya jalan. Dia keliatan bukan seperti orang miskin yang jelas. Dia juga keliatan terpelajar. Jadilah aku ngekor dia sampai gak diikutin anak2 gembel yang kalo kena sekali jepret bikin kantong jebol itu, belum lagi ancaman dari preman2 sana yang sok kenal sok dekat... beuuh... Si'terpelajar' itu ngenalin namanya, nama yang bagi orang
Indonesia kayak aku ini susah buat mengingatnnya. Setelah gak diikutin lagi, barulah aku nanya ke si'terpelajar' bagaimana buat ke
Pettah Market dan melihat
Gangaramaya Temple. Dia pun dengan senang hati nganterin aku sampai di Bus yang menuju
Gangaramaya Temple.

Dibus,,,,, aku sebangku dengan cewek
Tamil yang lumayan cantik. Beruntungnya, cewek itu bisa dan mau ditanya2in macam2 (untungnya bukan mau diapa2in), tentunya dengan bahasa Inggris yang ke India2an. Fyi: Bahasa resmi orang2
Sri Lanka adalah
Tamil dan
Sinhala, tapi hampir semua orang
Sri lanka bisa bahasa Inggris. Jadilah aku nanyain apa yang musti dikunjungi di
Colombo, makanan apa yang enak dan khas, berapa lama ke
Pettah Market. Hampir setengah jam kami menyusuri jalan kota
Colombo yang padat, di bus yang full orang berwajah
Tamil dan full musik bernuansa Hindi bangeeett....
Sampai di
Pettah Market, si cewek nyuruh aku turun buru2 tepat disebuah danau yang sore itu tenang banget. Sore itu
Colombo cerah berawan, aku malah sempat nemuin pelangi separuh lingkaran yang terbingkai di langit
Colombo. Keren banget....
Taunya, lamat2 pelangi itu membawa hujan... pantesan kok cerah2 gini ada pelangi... taunya ada hujan dibalik pelanginya... kita pun ngacir ke Temple terbesar di kota
Colombo itu yang kebetulan sore itu lagi ada upacara sembahyang.... Candinya sederhana dari luar... tapi didalamnya.... berjibunlah harta karun.... beribu-ribu patung Budha terpajang dari segala ukuran, dari bermacam2 material dan tentunya dengan beragam pose.... dan aku pun cuma terngangaaaa..... terngangaaa........ dan disana ternyata juga ada Stupa yang persis Borobudur punya....... Awesome.....
Pulang dari
Gangaramaya, kita sewa tuk2 yang akhirnya bisa ditawar2... akhirnya sebelum ke hostel kita minta anterin dulu buat Sholat Isya dan Jamak Maghrib di Mesjid mirip kue lapis karena desainnya unik selang seling merah bata dan putih. Sayang,
masjid Jami' Ul Alfar ini lagi dalam perbaikan dan tampak sedikit kotor...
Pulang dari Pettah yang jaraknya berasa jauuuuuuhhhh banget dari Hostel, kita naik tuk2 dengan penawaran sengit..... setelah tawar menawar, akhirnya kami naik dengan ongkos LKR 150 atau sekitar Rp.12000-an (cukup murah untuk jarak yang jauh... ini didapat karena kebetulan supirnya muslim... jadilah kami bawa2 agama demi naik bajaj murah.... ampuuuunnn ya Allaaaaaaah...... tapi yang jelas abang2 bajajnya ikhlas koook...)
Sampai di Hostel, dikamar sudah ada Craig bule Inggris, 1 bule tua entah dari mana... terusss... ada Derek backpacker asal Filipina yang udah 2 Bulan keliling
Sri Lanka dan besoknya mau ke India dan ada bule dari South Africa yang besok pagi mau ke Hongkong dan setelahnya berencana ke
Indonesia. Mereka semua ramah dan semangat diajak cerita tentang pengalaman backpacking masing2. Derek yang paling enak diajak ngobrol, mungkin karena sama2 dari Asia, dia jadi yang lebih banyak ngasi masukan buat kita-kemana-besok dari pada yang lain. Derek bilang, mending besok pagi2 kami ke Kandy, keliling seharian dan besoknya bisa lanjut ke Dambulla-Sigiriya, terus balik pulang via Kurunegala menuju
Negombo. Finally.... Ittenerary Derek buat kami yang cuma punya waktu singkat di
Sri Lanka adalah pilihan terbaik yang bakal di uji coba besok hari...... dan tentunya tanpa mereka tahu,,, Besok pagi adalah my Birthday... la la la............ (Norak....)
second chapter....